Pembatal-Pembatal Keislaman (Syahadatain) Part 2


2. Menjadikan dirinya dengan Allah sebagai perantara, berdo’a kepadanya dan meminta syafa’at kepada perantara dan bertawakkal kepadanya.

Syarat dibolehkannya mencari perantara:
a. Perantara harus orang yang hidup
b. Alim
c. Harus hadir dihadapan kita

3. Tidak mengkafirkan orang-orang musyrik atau ada keraguan dalam hatinya atas kekafiran mereka atau keraguan dalam hatinya atas kekafiran mereka atau membenarkan mazhab-mazhab mereka.



4. Meyakini petunjuk-petunjuk selain Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lebih sempurna dari petunjuk Nabi Muhammad / hukum selain Rosulullah lebih sempurna dari hukum yang dibawa Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Seperti orang yang mengutamakan hukum-hukum toghut atas hukum-hukum Rosulullah maka dia telah kafir / jatuh pada kekafiran.
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”(QS.An-Nisa : 65)

5. Membenci sesuatu yang dibawa Rosulullah walaupun dia mengamalkan, maka dia telah kufur.
Contohnya membenci sunnah-sunnah Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
“Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Qur'an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.”(QS.Muhammad : 9)

6. Mengolok-olok sesuatu dari Agama Rosulullah baik berbentuk pahala / hukuman.
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?". Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan daripada kamu (lantaran mereka tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.”(QS. At-Taubah : 65-66)

7. Sihir
“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-setan pada masa  kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.”(QS. Al-Baqarah : 102)

8. Menampakkan kemusyrikan / menolong orang-orang musyrik / menjadikan orang-orang musyrik sebagai penolong.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.  Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.”(QS. Al-Maidah : 51)

9. Meyakini bahwasanya ada sebagian manusia boleh keluar dari syari’at Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
“Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”(QS. Ali Imran : 85)

10. Menolak Agama Allah
Bentuk-bentuk penolakan diantaranya:
- Dia tidak mau belajar ajaran agama Islam
- Tidak mau beramal
- Dia menolak dengan halus
“Dan siapakah yang lebih lalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa.”(QS. As-Sajdah : 22)

Alhamdulillah Pembatal-pembatal keislaman telah tuntas kami sampaikan. Semoga bermanfaat terutama bagi kami pribadi. Dan semoga menjadi rambu-rambu kita agar kita tidak terjerumus dari pembatal-pembatal keislaman tersebut.

1 komentar:

insidewinme mengatakan...

Hari ini kaum Muslimin berada dalam situasi di mana aturan-aturan kafir sedang diterapkan. Maka realitas tanah-tanah Muslim saat ini adalah sebagaimana Rasulullah Saw. di Makkah sebelum Negara Islam didirikan di Madinah. Oleh karena itu, dalam rangka bekerja untuk pendirian Negara Islam, kelompok ini perlu mengikuti contoh yang terbangun di dalam Sirah. Dalam memeriksa periode Mekkah, hingga pendirian Negara Islam di Madinah, kita melihat bahwa RasulAllah Saw. melalui beberapa tahap spesifik dan jelas dan mengerjakan beberapa aksi spesifik dalam tahap-tahap itu

Poskan Komentar