Menasihati Pemimpin

Pemateri: Ust. Yusran Anshar, Lc.
Hari/tanggal: Sabtu, 18 Desember 2010
Tempat: Masjid Wihdatul Ummah, Jl. Abdullah Dg. Sirua Makassar.

1. Dari Abu Said al-Hasan al-Bashri bahawasanya 'Aidz bin 'Amr r.a- masuk ke tempat 'Ubaidullah bin Ziad lalu berkata: "Hai anakku, saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Sesungguhnya seburuk-buruk penggembala ialah orang yang tidak belas kasihan - pada gembalanya," maka janganlah engkau termasuk golongan penggembala yang semacam itu." 'Ubaidullah bin Ziad lalu berkata: "Duduklah, kerana hanyasanya engkau itu adalah termasuk ampas/kulit2 dari golongan sahabat-sahabat
Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam (maksudnya bukan termasuk sahabat pilihan atau yang utama), 'Aidz bin 'Amr menjawab: "Apakah di kalangan sahabat-sahabat ada yang termasuk golongan antah? Yang termasuk antah ialah orang-orang yang datang sesudah sahabat-sahabat beliau shallallahu'alaihiwasallam itu atau yang memang bukan sahabat." (HR. Muslim)

Telah dibahas sebelumnya dalam bab Amar ma'ruf nahi munkar.

2 Cara Shalafussalih menasihati Pemimpin:
a. Mengunjungi/menziarahi untuk menasihatinya
b. Menjauhinya dalam rangka menasihati agar mereka tau diri.

Ubaidillah adalah pemimpin yang kurang baik dengan rakyatnya.
Bahwasanya pemimpin diibaratkan dengan gembala.
Mu'awiyah adalah sahabat Rosulullah sekaligus penulis wahyu, meskipun banyak yang membicarakannya, akan tetapi lebih mulia daripada Umar bin Abdul Aziz yang seorang tabi'in, meskipun beliau adalah pemimpin yang sangat adil seperti Umar bin Khattab.

2. Dari Abu Maryam (Amr bin Murroh), beliau berkata kepada Muawiyah:"Aku telah mendengar Rosulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:"Siapa yang Allah berikan kepadanya wilayah pemerintahan (atau sebagian saja) dari pemerintahan kaum muslimin, kemudian dia bersembunyi (mengurung diri) saat dibutunkan rakyatnya, maka niscaya Allah akan memberikan hijab antara Dirinya dengan pemimpin tersebut. Kemudian beliau (Mu'awiyyah) menunjuk laki-laki yang dipercayanya untuk mengurus rakyat yang membutuhkan bantuan(HR.Tirmidzi)

Pemimpin yang memasang hijab dengan rakyatnya, maka Allah akan memasang hijab pula dengan dirinya / pada hari kiamat akan memasang hijab akan kebutuhannya.
Bahwasanya sebagian hamba-hamba Allah ada yang tidak bisa melihat wajah Allah, yakni kafir, munafik, dan termasuk pemimpin yang disebutkan hadits diatas.

Semoga Bermanfaat yah,,,^_^

0 komentar:

Poskan Komentar