Membaca Al-Qur'an ada Adabnya


"Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat."( QS.Al A'raaf : 204 ) 

Al-Qur'an adalah Kitab suci Umat Islam, yang diturunkan oleh Allah melalui perantara Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam untuk pedoman bagi seluruh umat manusia. Maka selayaknyalah kita untuk mengagungkan, mempelajari dan mengamalkannya. Dan membaca Al-Qur'an itu memiliki adab-adab, namun disayangkan, banyak dari kaum muslimin mengabaikannya. Berikut beberapa adab dalam membaca Al-Qur'an:

1. Membersihkan mulut dengan bersiwak sebelum membaca Al Qur'an.

2. Membaca Al Qur'an di tempat yang bersih seperti masjid, dsb.

3. Menghadap kiblat.

4. Membaca ta'awudz (A'udzu billahi minas-syaithonirrajiim) ketika mulai membaca Al Qur'an.
Firman Allah Ta'ala: (Apabila engkau membaca Al Qur'an maka mohonlah perlindungan Allah dari godaan setan yang terkutuk)

5. Membaca basmalah (Bismillahirrahmaanirrahiim) di permulaan tiap surat kecuali surat At Taubah.

6. Khusyu' dan teliti pada setiap ayat yang dibaca.
Allah Ta'ala berfirman:"Apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an ataukah hati mereka terkunci".( QS.Muhammad : 24 )

Juga Firman-Nya:"Ini adalah sebuah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan keberkahan supaya mereka memerhatikan ayat-ayatnya ...."(QS. Shaad:29 )

7. Memperindah, melagukan dan memerdukan suara dalam membaca Al Qur'an.

Firman Allah Ta'ala: (.....dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan)
(QS.Al Muzzammil : 4 )

Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu berkata; Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda,"Bukan dari golongan kita orang-orang yang tidak memperindah suaranya ketika membaca Al Qur'an." (HR.Bukhari)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anu juga, bahawa beliau berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Allah tidak mengizinkan sesuatu seperti yang Dia izinkan kepada seorang nabi yang bagus suaranya, di mana beliau melagukan Al Qur'an dengan keras." (HR.Bukhari & Muslim )

8. Pelan dan tidak tergesa-gesa dalam membaca Al Qur'an.

Dari Abi Wail dari Abdullah berkata: Pada waktu pagi kami pergi kepada Abdullah, dia berkata; Seseorang telah berkata: "Aku telah membaca satu mufasshal (seperempat Al Qur'an) tadi malam", Abdullah berkata: "Secepat itukah seperti orang membaca syair?, sesungguhnya
aku mendengar bacaan dan aku menghafal beberapa pasang ayat yang
dibaca Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yaitu sebanyak delapan belas dari mufasshal dan ada dua dari Alif Laam Haa Miim." (HR.Bukhari)

9. Memperhatikan bacaan (yang panjang dipanjangkan dan yang pendek
dipendekkan).

Dari Qatadah berkata; Aku bertanya kepada Anas bin Malik
tentang bacaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Anas menjawab: Beliau memanjangkan yang panjang (Mad)."

Pada riwayat lain: Anas membaca 'Bismillaahirrahmaanirrahiim' dia memanjangkan 'Bismillaah', dan memanjangkan 'ar-rahmaan' dan memanjangkan 'ar-rahiim' Dari Ummu Salamah bahwa dia menggambarkan bacaan Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam seperti membaca sambil menafsirkan; satu huruf, satu huruf. (HR. Abu Daud, Tirmizi, Nasai'e. Tirmizi berkata: hadits ini hasan  sahih)

10. Berhenti untuk berdoa ketika membaca ayat rahmat dan ayat azab.

Dari Huzaifah radhiyallahu 'anhu ia berkata; Pada suatu malam aku shalat bersama Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, beliau membaca surat Al Baqarah kemudian An Nisaa' kemudian Ali 'Imran. Beliau membaca perlahan-lahan, apabila sampai pada ayat tasbih beliau bertasbih, dan apabila sampai pada ayat permohonan beliau memohon, dan apabila sampai pada ayat ta'awudz (mohon perlindungan) beliau mohon perlindungan. (HR.Muslim)

11. Menangis, sedih dan terharu ketika membaca Al Qur'an.

Allah berfirman: (Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan  kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur'an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur'an dan kenabian Muhammad saw.)( surah Al Maidah - ayat 83 )

Allah Ta'ala berfirman:(Katakanlah, "Berimanlah kamu kepadanya atau
tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang
yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur'an dibacakan
kepada mereka, mereka menyungkur sambil bersujud),

(dan mereka berkata: "Maha suci Tuhan kami;sesungguhnya janji
Tuhan kami pasti dipenuhi") 

(Dan mereka menyungkur sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk)

( Surat Al Israa': ayat 107 - 109 )

12. Sujud tilawah, bila bertemu ayat sajdah.

Disahkan dari Umar ra. bahawa ia membaca surat An Nahl di atas
mimbar pada hari Jum'at sampai ketika membaca ayat sujud beliau
turun dan sujud, begitu juga orang-orang yang lain ikut sujud
bersama beliau. Dan ketika datang Jum'at berikutnya ia membaca
surat tersebut dan ketika sampai pada ayat sujud ia berkata,
"Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kita melalui ayat sujud
barangsiapa yang sujud, maka ia telah mendapat pahala, dan
barangsiapa yang tidak sujud, maka tiada dosa baginya." dan
Umar ra. tidak sujud.
( Riwayat Bukhari )

13. Suara tidak terlalu keras dan tidak terlalu pelan.

Allah berfirman: (....dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam 
shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah
di antara keduanya)
( surah Al Isra' - ayat 110 ) 

Dari 'Uqbah bin Amir ra. berakata: Aku mendengar Rasulullah saw.
bersabda, "Orang yang membaca Al Qur'an dengan suara keras seperti
orang yang bersedekah secara terang-terangan dan orang yang membaca
Al Qur'an secara perlahan seperti orang yang bersedekah secara
sembunyi-sembunyi.
( Riawayat Abu Daud dan Tirmizi dan An Nasa'i )
( Tirmizi berkata: Hadis ini hasan )

14. Menghindari tawa, canda dan bicara saat membaca.

Allah berfirman: (Dan apabila dibacakan Al Qur'an, maka
dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu
mendapat rahmat)
( Surah Al A'raaf - ayat 204 )

15. Apabila Al Qur'an sudah dibacakan dengan bacaan (qiraat) tertentu,
maka etisnya supaya megikuti bacaan tersebut selama masih dalam
satu majlis.

16. Memperbanyak membaca Al Qur'an dan mengkhatamkannya (menamatkannya)

Dari Abdullah bin 'Amr berkata: Rasulullah saw. bersabda, "Bacalah 
Al Qur'an dalam waktu satu bulan", Aku menjawab, "Saya mampu,"
Rasulullah saw. bersabda, "Bacalah ia dalam waktu sepuluh hari",
Aku menjawab, "Saya mampu." Rasulullah saw. bersabda lagi,
"Bacalah ia dalam waktu tujuh hari dan jangan lebih dari itu."
( Riwayat Bukhari dan Muslim )

-------------------

'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.'' 

Rasullullah berkata: "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya".(Ali 'Imran: 190-191).

0 komentar:

Poskan Komentar