WASPADA HASAD & DENGKI


Sebagai seorang mukmin, Kebersihan, kesucian  merupakan sifat dasar yang harus ada dalam dirinya. Kebersihan dan kesucian itu meliputi hati.

Diantara sifat buruk manusia yang banyak merusak kehidupan adalah hasad dan dengki. Sifat inilaih yang menyebabkan syaitan, yang sebelum Adam as ada
merupakan penghuni syurga, dilaknat Allah Subhanahu wata'ala. Sifat ini pula yang menyebabkan tumpahnya darah pertama di bumi milik Habil akibat hasud dan dengki yang dimiliki oleh Kabil. Dari Abu Hurairah ia mengatakan, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Hasad itu melalap kebaikan sebagaimana api memakan kayu". (HR. Abu Dawud). 
Dalam hadits yang lain Rasulullah juga menegaskan keburukan hasad dan dengki: "Ingatlah bahwa nikmat-nikmat Allah itu ada musuhnya" Seorang bertanya: "Siapa mereka itu?" Nabi menjawab: "Yaitu orang yang dengki kepada orang lain terhadap karunia yang diberikan Allah kepada mereka itu' (HR. At Tabrani). 

Para ulama membagi tingkat dengki menjadi 4: 
Pertama, menginginkan lenyapnya kenikmatan dari orang lain, meskipun kenikmatan itu tidak berpindah kepada dirinya.
Kedua, menginginkan lenyapnya kenikmatan dari orang lain karena dia sendiri menginginkannya. 
Ketiga, tidak menginginkan kenikmatan itu sendiri tapi menginginkan kenikmatan yang serupa. Jika dia gagal memperolehnya, maka dia berusaha merusak kenikmatan orang lain. Dan keempat, menginginkan kenikmatan yang serupa. Jika dia gagal memperolehnya, dia tidak menginginkan lenyapnya kenikmatan itu dari orang lain. Dan sikap yang keempat ini dibolehkan dalam urusan agama. 

Rasulullah bersabda "Tidak dibenarkan adanya kedengkian (hasad) itu, melainkan dalam dua hal, yaitu seseorang yang dikarunia harta oleh Allah, kemudian dipakai untuk yang haq sampai habis harta itu dan juga seseorang yang dikarunia ilmu oleh Allah kemudian dia mengamalkannya serta mengajarkannya kepada orang lain". (HR. Muttafaq alaih).

Dalam kehidupan ini sudah merupakan kehendak dan perencanaan Allah ada sekelompok manusia yang mendapat karunia lebih dari yang lain. Dan di balik itu semua ada hikmah yang memang telah Allah tentukan. Karena itu, sikap dan perilaku iri, dengki dan hasud hanyalah akan merusak potensi dan kekuatan seseorang. Di sisi Allah dia mendapat kebencian sedang di sisi malaikat mendapat laknat. Ketika sendirian hanya kerisauan dan duka yang menemani dan ketika sakaratul maut hanya sukar dan berat serta ketakutan yang ada. Sedang di hari kiamat mendapat malu dan siksa.

Akhirnya marilah kita melihat sikap para salafushsholeh mengobati penyakit dengki dan hasud ini. Muhammad bin Sirrin berkata: "Aku tidak pernah iri hati kepada seseorang dalam urusan dunia. Jika ia memang ahlul jannah, maka untuk apa hasud kepada orang yang bakal masuk neraka". Jadilah muslim yang memiliki kebersihan hati. Jadilah muslim yang menjadi telaga kebaikan bagi orang-orang yang membutuhkan. Dengannya, Insya Allah kita terbang menuju Allah membawa amal dan kemuliaan.  
Wallahu A'lam bishshowab. 


0 komentar:

Poskan Komentar