Surah Yusuf : 1-6

1. Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat kitab (Al Qur'an) yang nyata (dari Allah).

2. Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur'an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.

3. Kami menceriterakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur'an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.


4. (Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku."

5. Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu.  Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia."

6. Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari takbir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Yakub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Kaidah
•    Perhatian orang tua terhadap anaknya dalam tarbiyah untuk menjadikannya anak-anak yang sholeh.
Para ulama mempunyai murid-murid khusus yang dijadikan andalan, sebagaimana dibolehkannya orang tua memberikan perhatian khusus kepada anak-anaknya.
•    11 Bintang adalah saudaranya, bulan dan matahari adalah orang tuanya.
•    Mimpi ada 3
-    Mimpi yang baik -> miliknya orang-orang yang beriman
-    Mimpi ang buruk -> yang datangnya dari syatian, kalau kita mendapatkan mimpi yang buruk janganlah menceritakan kepada orang lain dan berlindunglah kepada Allah subhanahu wata’ala.
-    Bunga tidur -> Mimpi bukan landasan syariat.
•    Dibolehkannya untuk tidak menyebutkan nikmat Allah apabila dikhawatirkan menimbulkan kemudharatan pada kita dan sikap-sikap riya’.
•    Syeitan masuk kepada saudara-saudara kita untuk menimbulkan perpecahan kepada saudara-saudara kita.
•    Hendaknya Bapak harus bersikap adil.

0 komentar:

Poskan Komentar