Klasifikasi Minyak Pelumas

Klasifikasi minyak mesin adalah tingkat daya guna yang dapat dicapai oleh minyak mesin dengan membandingkan persyaratan resminya seperti A.P.I, S.A.E, A.S.T.M, US Military Spesification, U.K. Defence Spesification dan sebagainya. Syarat-syarat ini menetapkan beberapa macam standar kondisi mesin, jumlah karbon, endapan atau lapisan minyak rengas atau pernis, pemakaian dsbnya yang dapat disepakati atau ditolerir pada saat memakai minyak pelumas tersebut pada sebuah mesin.

Klasifikasi minyak mesin yang pertama kali dirancang pada tahun 1991 oleh Society of Automotive Engineers (SAE), hanya didasarkan pada kekentalan bermacam-macam minyak mesin. Pada tahun 1947, American Petroleum Institute (API) memperkenalkan klasifikasi yang kedua, didasarkan atas minyak-minyak mesin yang ada pada saat itu:
• Biasa, untuk minyak mineral murni.
• Mutu tinggi, untuk minyak mineral dengan bahan tambahan anti oksidasi
• Kuat, minyak mineral dengan anti oksidasi, detergen dan bahan tambahan dispersant lainnya.

Pada tahiun 1952, klasifikasi tersebut digantikan dengan membagi menjadi dua kelas:
• Motor Bensi ML untuk pekerjaan ringan, MM untuk pekerjaan sedang dan MS untuk pekerjaan berat.
• Motor Diese DC untuk pekerjaan ringan, DM untuk pekerjaan standar dn DS untuk pekerjaan berat.

Sejak 1969, American Petroleum Institute API, American Society of Testing anda Materials ASTM dan Society of Automotive Engineers (SAE) memutuskan bekerja sama memperkenalkan suatu sistem yang baru untuk klasifikasi minyak pelumas motor. Klasifikasi tersebut dirancang berdasarkan test motor (mesin) dan tingkt daya guna (performance levels) dengan daftar sebagai berikut:
• Motor Bensin SA, SB, SC, SD, SE, SF, SG
S singkatan dari Service Station dan A s/d G menunjukkan tingkat daya guna bermacam-macam tipe minyak pelumas yang dijual melalui service station.

• Motor Diesel CA, CB, CC, CD, CE
C adalah singkatan dari Commercial Wholesalers atau pedagang besar dan A s/d E menunjukkan tingkat daya guna dari bermacam-macam jenis minyak yang dijual melalui grosir-grosir (Comemercial Wholesalers)
Untuk mengetahui tingkat daya gunanya, fungsinya dapat diterangkan secara singkat sebagai berikut:

• SA, minyak ini tidak berisi bahan tambahan dan dipakai untuk motor atau mesin yang beroperasi di bawah kondisi ringan.

• SB, minyak yang berisi anti oksidasi dan anti lecet yang dipakai pada motor atau mesin yang beroperasi dengan perlindungan yang minimum.

• SC, minyak ini memberikan kemampuan dalam mengontrol lapisan temperatur yang rendah dan tinggi, ketahanan, karat dan korosi. Jenis ini juga dipakai pada mesin yang dibuat tahun 196 sampai 1967.

• SD, minyak ini memberikan perlindungan yang lebih banyak terhadap lapisan mesin, temperatur tinggi dan rendah, ketahanan karat, korosi dan digunakan untuk mesin yang dibuat antara tahun 1968 sampai tahun 1971.

• SE, minyak ini memberikan perlindungan lebih terhadap oksidasi minyak, lapisan mesin temperatur tinggi dan rendah, karat dan korosi dan dipakai untuk mesin-mesin buatan 1972 ke atas.

• SF, minyak ini memberikan perlindungan pemakaian yang meningkat dan pencegahan terhadap oksidasi yang lebih tinggi dibandingkan dengn SE dan dipakan pada motor atau mesin yang dibuat tahun 1980 ke atas.
• SG, minyak ini memberikan perlindungan yang baik terhadap oksidasi yang tinggi, putaran mesin yang cepat dan dipakai untuk mesin yang dibuat pada tahun 1988 ke atas.

• CA, minyak ini mencegah terjadinya korosi serta endapan temperatur tinggi serta dipakai untuk mesin diesel yang beroperasi di dalam kondisi beban ringan dengan bahan bakar yang berkualitas tinggi dan kadang-kadang untuk motor mesin bensin atau gasolin dalam layanan lunak (mild service).

• CB, minyak ini memberkan perlindungan atau mencegah terhadinya aus dan endapan. Dipakai untuk mesin diesel yang beroperasi dengan beban ringan dan berat dengan bahan bakar berkadar belerang tinggi.

• CC, minyak ini bekerja untuk melindungi mesin dari endapan (lapisan) temperatur tinggi pada mesin diesel yang dilengkapi dengan alat penambah tenaga yang ringan. Juga untuk memberikan perlindungan terhadap karat, korosi serta endapan temperatur rendah pada motor bensin. Digunakan untuk mesin diesel dengan beban sedang sampai berat dan motor bensin dengan beban berat menengah.

• CD, minyak ini diperuntukkan guna melindungi korosi pada bantalan poros dan dari endapan temperatur pada mesin diesel yang dilengkapi dengan alat penambah tenaga yang menggunakan bahan bakar berbagai mutu. Mesin diesel tersebut adalah mesin yang mempunyai kecepatan tinggi dan beban tenaga mesin yang tinggi, yang memerlukan kontrol yang efektif terhadap keausan dan endapan.


Oli Transmisi
Klasifikasi minyak perseneling/roda gigi API digunakan secara luas untuk perseneling dan as roda. Perseneling otomatis, kopling, tenaga putaran pengubah (torque converter), sistem hidrolik traktor dan sebagainya membutuhkan minyak pelumas khusus seperti yang dianjurkan oleh pabriknya. Adapun jenis oli transmisi adalah:

• GL-1, minyak ini digunakan untuk automotive spiral bevel dan worm gear axles serta beberapa manual transmision yang beroperasi di bawah kondisi ringan. Biasanya terbuat dari straight mineral oil dan kadang-kadang dengan bahan tambahan seperti anti oksidasi, pencegah karat, pencegah buih dan pour point dipersant, boleh diberikan untuk meningkatkan mutu pelumas.

• GL-2, minyak ini dipergunakan untuk automotive worm gear axle yang beroperasi pada beban berat dalam kondisi temparatur rendah dan memberikan pelayanan dimana GL-1 tidak akan mampu.

• GL-3, minyak ini diperuntukkan bagi pelumasan transmisi manual dan spiral bevel axles yang beroperasi di bawah kecepatan yang tinggi dan berat dengan kondisi berat ringan.

• GL-4, minyak ini digunakan terutama untuk hypoid gears yang beroperasi di bawah kecepatan tinggi, tenaga putaran rendah dan kecepatan rendah serta kondisi tenaga putaran tinggi.

• GL-5, minyak ini digunakan untuk hypoid gears yang beroperasi di bawah high speed shock load dan kondisi serupa seperti yang dijelaskan pada GL-4.

• GL-6, minyak ini digunakan untuk high offset hypoid gear (di atas offset 2 inci dan kira-kira 25% dari diameter ring gears) pada mobil-mobil penumpang yang beroperasi dengan kecepatan tinggi, kondisi daya guna yang tinggi.

Sumber: Laporan Mekanika Terpakai Jurusan Mesin Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin 2011

0 komentar:

Poskan Komentar