Grafik Viskositas vs Gaya Gesek

Dari gambar dapat dilihat bahwa adanya penyimpangan antara perbandingan koefisien gesek dengan viskositas pelumasan secara aktual dan teoritis. Secara teoritis, besar gaya gesek harus didukung dengan pertambahan kekentalan dari pelumasan agar perbandingan selalu berimbang. Namun pada kenyataannya, gaya gesek akan berkurang seiring dengan bertambahnya viskositas sampai pada titik tertentu (titik A) hingga akhirnya menyamai perbandingan teoritis. Di sinilah terlihat bahwa secara aktual, ada keadaan stabil dan tidak stabil. Keadaan tidak stabil adalah penyimpangan sebelum mencapai titik A dan keadaan stabil ketika melewati titik A.

Arah pelumasan ada dua, yaitu:
•    Radial, yaitu arah pelumasan yang tegak lurus dengan sumbu poros.
•    Aksial, yaitu arah pelumasan yang sejajar dengan sumbu poros.

Gesekan kental pada umumnya terjadi antara poros dengan bantalannya. Pada waktu poros berputar, sebagian minyak pelumas yang melekat pada permukaan poros ikut terbawa berputar. Apabila kemudian celah di bawah poros menyempit menjadi lebih kecil daripada celah tempat minyak pelumas memasuki ruang bantalan, minyak pelumas yang terbawa berputar itu akan mengalir mengisi hambatan. Akibatnya, sebagian minyak pelumas akan mengalir kembali menimbulkan tekanan hidrodinamik di dalam lapisan minyak. Tekanan ini cukup kuat untuk mengangkat poros hingga menyentuh permukaan bantalan.


Sumber: Laporan Mekanika Terpakai Jurusan Mesin Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin 2011

0 komentar:

Poskan Komentar